20080801

MPPMB VS MASTA

oleh : Ikhvan Fuady, SE

Assalamualaikum wr wb.

Hidup Mahasiswa!!!

Sebagai seorang mantan aktifis mahasiswa di UMSU, saya telah memperhatikan dan bahkan beberapa kali ikut terjun dalam kegiatan MPPMB (ospek) dan MASTA. Kenyataan yang saya hadapi dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan tersebut terkadang menimbulkan pertanyaan sendiri bagi saya.

Pertama, apakah benar substansial dari MPPMB dan MASTA itu telah benar-benar sesuai dengan tujuannya?. Kedua, apakah sang senior yang berperan sebagai steering comitte benar-benar telah paham akan tugasnya. keempat, mengapa para dosen dan pihak fakukltas hanya fokus kepada terlaksananya kegiatan dengan "aman", bukannya malah berperan aktif dalam membangun suasana pra belajar-mengajar yang baik.

Mari kita bahas satu persatu....

masalah pertama yang saya dapat simpulkan adalah sebagai berikut: dilihat dari pelaksanaannya yang luar biasa carut marut, saya merasakan bahwa substansial dari MPPMB dan MASTA sekarang tidak lagi sesuai dengan tujuan "aslinya". mengapa? sebab kegiatan MPPMB dan MASTA kini hanya fokus kepada sebuah kegiatan seremonial saja tanpa misi yang jelas.

terlebih MPPMB, padahal kegiatan ini sangat buruk manajemennya. mulai daeri susunan acara yang urakan, asal-asalan dan terlalu banyak iklan berupa pesan sponsor. lihat saja senioran yang berperan sebagai SC. kerjanya hanya marah dan kebanyakan sih juakl tampang buat cari gebetan baru saja.

kalau kualitas mah hancur!!!. terkadang para senior ini tidak tahu mengenai seluk beluk kampusnya sendiri. memalukan.

tetapi kenapa kegiatan dipaksakan? yah supaya sekedar ada saja. maklum, anggaran sudah disiapkan.

MPPMB harus bisa menciptakan pengetahuan dasar kepada para mahasiswa baru mengenai seluk beluk kampus seperti : berapa jumlah organisasi, berapa jumlah dosen, berapa jumlah dekanat, apa itu dekanat dan lain-lain halnya. jangan MPPMB hanya mengajarkan cara mengisi KRS dan cara membayar uang kuliah saja .

Di MASTA, kegiatan yang satu ini biasanya selalu dinomor duakan oleh pihak fakultas dan para dosen. padahal, IMM juga organisasi internal, tapi coba lihat pembukaan acara masta. yang hadir paling cuma alumni dan salah seorang dekanat. pihak dosen maupun jurusan terkadang enggan untuk datang. mengapa? jangan-jangan ada pihak fakultas dan Dosen yang alergi kepada IMM? wah gawat itu...

walalupun ada yang jelek di IMM tapi kan tidak semua, kita mesti bahu-membahu membenarkan IMM. Masih ada kok yang idealis.

kedua, perlu pembenahan baik secara mental dan spiritual kepada para senioran yang nantinya menjadi instruktur agar MPPMB dan MAsta bisa lebih baik. pembenahan yang saya maksud adalah seleksi ketat terhadap orang-orang yang menjadi instruktur.

jadi tidak asal-asalan dalam merekrut instruktur, jangan sementang pengurus BEM berarti dianggap layak jadi instruktur. sebab faktanya, lebih dari 50% pengurus BEM itu kurang pantas jadi instruktur karena kuliahnya saja "hancur" (GATOT=GAGAL TOTAL). ORANG SEPERTI INI jangan dipakai,... malu kita

terakhir, pihak fakultas harus pengertian dong, bantu mahasiswa tapi jangan "memerintah" mahasiswa diluar lokal kuliah. bagi pengetahuan dan beri masukan (sekali lagi : bukan perintah!). hubungan kasih sayang dan kekeluargaan akan menciptakan harmoni yang indah dan proses saling berbagi ilmu akan efektif.

sebenarnya banyak lagi yang mau saya tulis, namun terbatas waktu saya.
billahi fi sabilil haq, fastabiqul khairat.
wassalamualaikum wr wb

untuk kritik... saran... konsultasi.... silahkan kirim email ke ivanwarta@gmail.com