Ru.bah Terbang di Bukit Lawang
Oleh : Ikhvan Fuady
Wah ada juga flying fox disini... coba yuk!
Ok mari kita kesana...
Begitulah reaksi sekelompok pengunjung bukit lawang ketika melihat sebuah permainan baru yang selama ini belum ada di areal wisata yang terletak di Kabupaten Langkat tersebut. Permainan itu adalah permainan flying fox (ru.bah terbang) yaitu permainan yang biasanya dilakukan oleh kelompok pencinta alam.
Tali khusus panjat tebing, carabiner dan peralatan lain pendukung lainnya disiapkan untuk menahan beban berat seseorang yang ingin mencoba untuk meluncur dari sebuah daerah yang tinggi ke tempat yang rendah. Meluncur dari atas kebawah biasanya dilakukan dari sebuah tebing terjal atau dari atas pohon ke tanah. Namun di Bukit Lawang, penyedia jasa permainan ini menggunakan sebuah pohon besar yang tinggi untuk dijadikan sarana permainan.
Penyedia permainan ini adalah beberapa orang mahasiswa yang berasal dari perguruan tinggi kota Medan. Salah seorang penyedia jasa tersebut, Deni mengaku bahwa hari itu, Sabtu (4/10) merupakan launching dari permainan yang diciptakan oleh para pencinta alam ini. "Hari ini kita buka perdana," ujarnya tanpa memberi kepastian sampai kapan dirinya serta teman-temannya akan meneruskan permainan tersebut bagi para pengunjung Bukit Lawang.
Permainan flying fox adalah sesuatu yang baru di Bukit Lawang, sebab permainan ini belum pernah ada yang menyediakannya disana. Bahkan sebelum bencana banjir bandang yang melanda Bahorok tahun 2003, permainan seperti ini memang belum pernah disediakan di Bukit Lawang. Kini setelah beberapa tahun setelah bencana terjadi, objek wisata alam dengan daya tarik satwa orang utan tersebut mulai dapat menarik ribuan pengunjung terutama di masa liburan lebaran.
Pasca bencana, objek wisata bukit lawang sempat terpuruk dan ditinggalkan oleh para pengunjung domestik. Namun para pengunjung mancanegara hanya sedikit yang mengalami pengurangan. Wisatawan mancanegara tetap ada datang berkunjung sebab berbagai keperluan, mulai dari berwisata maupun untuk keperluan riset mengenai alam gunung leuser dan orang utan.
Penginapan bagi para wisatawan juga telah dibangun kembali, cafe-cafe serta fasilitas akomodasi juga semakin banyak dilengkapi oleh dengan dan sarana wisata seperti jembatan yang dibangun dengan kokoh menanti kunjungan wisatawan. Semua fasilitas serta souvenir yang dijual dilokasi wisata dapat dinikmati dengan harga yang beragam dan cukup terjangkau.
Selama liburan lebaran, pengunjung mencapai ribuan orang perharinya yang datang dari berbagai tempat. Bahkan penduduk sekitar lokasi juga banyak tumpah ruah untuk menikmati suasana aliran sungai Bahorok yang deras.
Salah seorang pengunjung, Mala (22) menyebutkan bahwa dirinya datang untuk bermain derasnya aliran sungai bahorok dengan menggunakan ban mobil bekas. Walaupun tempat tinggal Mala hanya berjarak 20 menit dari bukit lawang, namun baginya, mengunjungi Bukit Lawang merupakan sebuah keasyikan tersendiri apalagi saat ini dia tidak lagi tinggal bersama orang tuanya sebab telah bekerja di Pekan Baru.
"Dari dulu saya suka ke Bukit Lawang, tapi sekarang saya hanya bisa memanfaatkan waktu liburan dari pekerjaan saya untuk berwisata kemari," ujarnya kepada MedanBisnis di Bukit Lawang Langkat, Sabtu (4/10).
Sementara salah seorang pengelola tempat parkir di Bukit Lawang, Sitepu (35) mengatakan, pada liburan lebaran ini, ribuan pengunjung yang datang dengan sepeda motor sangat banyak. Bahkan hampir semua area parkir dibukit lawang selalu penuh mulai hari pertama lebaran. Pengelola parkir mematok Rp 5 ribu untuk satu buah kendaraan sepeda motor dan Rp 10 ribu untuk kendaraan roda empat yang dibawa oleh para pengunjung.
Perjalanan kebukit lawang yang ditempuh selama kurang lebih 3,5 jam tentunya sangat sesuai dengan keindahan yang dapat dinikmati dilokasi wisata tersebut. Jarak untuk sampai ke Bukit Lawang kira-kira 96 Km itu dapat lebih cepat seandainya Jalan perlintasan didepan areal perkebunan PT PP Lonsum dapat diperbaiki pihak terkait.
Bila ingin berwisata, Bukit Lawang adalah salah alternatif pilihan lokasi yang sangat tepat jika ingin menikmati suasana alam. Aliran sungai deras serta dapat melihat langsung Satwa Orang utan menjadi daya tarik sendiri bagi lokasi wisata yang terletak disekitar di kaki Gunung Leuser ini.
Selain itu, Bukit Lawang merupakan salah satu lokasi yang sangat baik untuk dijadikan Camping Ground dan lokasi Out bound. Lokasi alam serta keindahan aliran air sungai bahorok yang deras didukung pohon-pohon besar nan tinggi sangat mendukung bagi para pencinta kegiatan alam untuk mencoba lokasi satu ini.
Jika ingin menikmati bagaimana rasanya terbang bagai rubah ala flying fox, cukup mengeluarkan Rp 10 ribu, adrenalin pun akan terpacu.

